Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mbah Guru dan Mbah Google

Mbah Guru dan Mbah Google

Perubahan zaman berlalu dengan begitu cepatnya. Perkembangan daya pikir ilmuwan telah membuat segala sesuatunya menjadi hebat. Perubahan terjadi di dalam ruang lingkup peri kehidupan dengan segala pernak perniknya. Semua menjanjikan kemudahan sehingga gerak fisik hampir tidak di perlukan lagi. Segalanya serba otomatis.



Pendidikan oleh Guru

Pergeseran terjadi juga dalam dunia pendidikan dari pendidikan kapur tulis menjadi sentuhan melalui perangkat modern yang hanya menyentuh otak bukan hati. Pengendalian hati yang zaman dulu sangat di hormati sekarang tergantikan dengan pengendalian otak, cerdas tapi tidak mencintai hidup.

Guru yang berusia 50 tahunan kini berada di antara dua sisi, kenangan masa lalu dan tantangan masa datang, kalau berpijak pada masa lalu tidak akam maju, kalau mau maju harus tinggalkan masa lalu dan ternyata banyak yang mau maju tanpa meninggalkan masa lalu sementara siswa sekarang tidak tahu masa lalu dan belum memahami masa datang karena manusia harus hidup bertahap sesuai dengan kodrat pertumbuhan dan perkembangan sebagai Mahluk organik.

Guru Zaman Old di Zaman Now

Guru zaman sekarang tapi tubuh dan otaknya masa lalu akan tergerus dengan banyak penyesalan dan kekecewaan, akhirnya membandingkan waktu sekolah dulu dengan siswa zaman sekarang sehingga apa yang tidak sesuai dengan zaman dulu siswa yang disalahkan sebaliknya dimata siswa guru yang selalu memandang ke belakang dianggap ketinggalan zaman.

Yang tidak boleh berubah adalah karakter dasar insan manusia yang selalu di dasarkan dengan hati maka otak akan mengikuti, bila di dasari dengan otak hati belum tentu mau ikut. Inilah yang terjadi saat ini karakter mulia dari anak didik terkikis dengan kemajuan zaman, tidak mau lagi berusaha dengan susah payah dengan membuka buku, membaca, menghapalkan dalam tahap inilah titik kritis dunia pendidikan. Guru yang ketinggalan zaman akan tampak bodoh di depan anak didik tidak menguasai teknologi apa lagi kalau berevolusi sangat lambat akan punah dengan sendirinya.

Siswa menganggap adanya guru hanya sekedar formalitas di kelas, mengandalkan handphone android terkoneksi dengan internet menjawab pertanyaan guru dengan browsing berselancar menjadikan guru yang dahulu serba tahu sekarang menjadi serba kaku. Harga diri guru dan wibawanya hancur lebur dengan mbah google mahluk yang tak pernah belajar namun serba tahu, ladang bisnis modern yang menjadi predator dan guru adalah mangsa yang empuk, sungguh suatu persoalan dunia pendidikan yang tidak boleh dianggap remeh, guru akan punah bersama karakter mulianya peninggalan zaman dahulu kala.

Jadilah siswa generasi instan yang tidak ada proses hanya mengandalkan hasil akhir akibatnya pendidikan rapuh, batas yang sangat tipis antara pendidikan dan pengajaran dengan hasilnya yang babak belur. Siswa kehilangan sosok yang selain pengajar juga sebagai pelindung yang bisa mencurahkan isi hatinya, yang bisa menuntunnya mendapatkan jati diri, mendapatakan hakikat hidup yang sebenarnya dan dapat menghadapi tantangan hidup yang bertanggungjawab buat masa depannya.

Berdamai dengan Perkembangan Zaman

Mari adakan perdamaian dengan zaman now, kembali kepada zaman dulu yang telah melalui keterbukaan dan dengan keterbukaan akan mendapatkan pemulihan, pemulihan untuk mendapatkan jalan keluar dengan mengatakan kepada siswa bahwa berusaha keras, berkeringat, berjuang dan berkorban adalah merupakan kebaikan. Bersimbiosa dengan teknologi memanfaatkan dengan bijak dan tetap mempertahankan identitas bahwa manusia tidak dapat di gantikan dengan robot.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang kekal tak dapat dipengaruhi dengan zaman apapun zamannya, tetapi siswa dan guru memiliki ikatan bathin yang kuat, sehingga sosok guru atau sosok siswa tidak dapat di gantikan hanya karena kemajuan teknologi, secanggih-canggihnya teknologi tetap manusialah yang lebih canggih walaupun sangat sederhana dan ketinggalan zaman. Guru dan mbah Google telah bersahabat kembali. (Catatan Bp.Yohanes)

Posting Komentar untuk "Mbah Guru dan Mbah Google"