Jurnal Refleksi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional

Jurnal Refleksi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional

Pada kesempatan ini, saya akan menuliskan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan yang merupakan refleksi kegiatan pembelajaran pada modul 2.1 mengenai Pembelajaran Sosial Emosional. Jurnal ini menjadi wadah bagi kita untuk merenungkan diri setelah dua minggu mengikuti kegiatan Pendidikan CGP. Kedepannya, jurnal ini akan menjadi bagian rutin yang harus dilakukan oleh calon guru penggerak.

Dalam menyusun jurnal refleksi ini, saya mengadopsi model 4F yang diinisiasi oleh Dr. Roger Greenaway. Model 4F ini terdiri dari faktor Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan, yang saya terjemahkan menjadi 4P: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

Peristiwa (Fact)

Pada modul 2.2, kami memulai pembelajaran tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional. Sesuai dengan tahapan MERDEKA yang kami jalani, pembelajaran Modul 2.2 dimulai dengan introspeksi diri. Kami diberikan materi dan video melalui LMS serta diberikan pertanyaan yang mengaitkan pengalaman kami dengan tugas sebagai pendidik dalam konteks sosial dan emosional.

Kami diminta untuk merenungkan bagaimana menghadapi krisis, bangkit dari krisis tersebut, dan pelajaran yang didapat dari pengalaman tersebut. Selanjutnya, kami diekspos pada konsep-konsep tentang Kompetensi Sosial Emosional, pembelajarannya, dan implementasinya di sekolah. Selama proses pembelajaran, kami juga diberikan tugas refleksi terkait materi yang dipelajari.

Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk memberikan pemahaman, penghayatan, dan kemampuan dalam mengelola emosi (kesadaran diri); menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri); merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial); serta membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Perasaan (Feeling)

Saya merasa bersyukur atas ilmu baru yang sangat berharga yang saya peroleh dalam modul 2.2 ini. Pembelajaran tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional memberikan wawasan baru bagi saya sebagai seorang guru. Saya mengakui bahwa saya kadang sulit mengendalikan emosi negatif seperti kemarahan dan kekhawatiran. Namun, modul ini memberikan dorongan semangat baru bagi saya untuk mengimplementasikan pembelajaran tersebut.

Diskusi dalam forum ruang kolaborasi membuat saya semakin memahami pentingnya mengelola emosi dalam konteks pembelajaran sosial dan emosional ini. Saya berharap dengan mempelajari ini, saya dapat lebih baik mengontrol emosi saya dan memberikan contoh positif kepada rekan sejawat.

Pembelajaran (Findings)

Modul 2.2 memberikan saya banyak ilmu baru tentang pembelajaran sosial emosional. Saya belajar pentingnya mengenali emosi diri sebelum bertindak, dan bagaimana mengelola emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, saya juga memperoleh pemahaman tentang kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Semua materi tersebut bertujuan untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan rekan kerja, murid, dan masyarakat sekitar. Beberapa kesimpulan yang saya ambil dari modul ini adalah:

Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah upaya kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah untuk meningkatkan 5 Kompetensi Sosial dan Emosional.

  1. Kelima Kompetensi Sosial Emosional tersebut antara lain:
  2. Kesadaran Diri (Self Awareness),
  3. Pengelolaan Diri (Self Management),
  4. Kesadaran Sosial (Social Awareness),
  5. Kemampuan Berinteraksi Sosial (Relationship Skills),
  6. Pengambilan Keputusan Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making).

Tujuan utama Pembelajaran Sosial Emosional adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan akademis secara optimal.

Penerapan (Future)

Dari pembelajaran dalam modul 2.2 ini, saya berencana untuk menerapkannya terlebih dahulu dalam lingkup kelas saya, seperti teknik Bernafas dengan kesadaran penuh sebelum memulai pembelajaran dengan metode STOP. Selain itu, saya juga akan mengintegrasikan kompetensi ini dalam perencanaan pembelajaran, serta menerapkannya dalam memberikan umpan balik positif kepada rekan dan murid dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url