Pipa Tembaga pada sistem Refrijerasi

Pipa Tembaga pada sistem Refrijerasi - Hampir semua pipa tembaga yang digunakan pada pekerjaan refrigerasi dan tata udara dikenal dengan pipa refrigerasi. Pipa refrigerasi ini dirancang untuk refrigerasi dan tata udara, yang diproses agar memiliki karakteristik yang diinginkan.

Pipa Tembaga pada sistem AC

Sebelum sistem pendingin diisi dengan refrigeran, sistem pemipaan refrigerasi biasanya diflushing (dibilas) dengan menggunakan gas nitrogen. Tujuan dari pembilasan ini adalah untuk menjaga bagian dalam dari pipa tembaga tetap bersih dan kering sebelum pipa digunakan. Nitrogen harus dimasukkan ke dalam pipa selama operasi soldering dan brazing.

Gas nitrogen akan mengeliminasi bahaya oksidasi yang terjadi di dalam pipa. Pipa untuk keperluan mesin pendingin harus dijaga agar bagian dalam pipa tetap kering dan biasanya dibersihkan dengan menggunakan nitrogen. Tutuplah ujung-ujung pipa tembaga. Jangan dibiarkan terbuka. Pipa harus tertutup supaya mencegah kontaminasi udara luar (uap air) atau kotoran lainnya dengan cara digepengkan ataupun ditutup dengan penutup khusus.


Pipa tembaga yang sering dipakai pada refrigerasi dan tata udara pada umumnya dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:
1.        Pipa tembaga lunak (Soft cooper)
2.        Pipa tembaga keras (Hard-drawn cooper)

Untuk keperluan pemipaan refrigerasi lazimnya digunakan pipa tembaga lunak tipe L. Di pasaran pipa tembaga dijual dalam bentuk rol, dengan panjang 25 inci, 50 inci, dan 100 inci setiap rol dan ukurannya dinyatakan berbasis diameter luar, mulai dar ¼ inchi, 3/8 inchi, ½ inchi, dan 5/8 inchi.

Perlu kehati-hatian ketika akan membeli pipa tembaga untuk keperluan pemipaan refrigerasi, karena di pasaran ada pipa tembaga tetapi kegunaannya hanya untuk keperluan instalasi air hangat atau untuk keperluan drainase, dan sudah pasti tidak cocok untuk keperluan pemipaan refrigerasi.

Pipa tembaga untuk AC

Pipa Tembaga Tipe M dan Tipe L

Pipa Tembaga Lunak

Pipa tembaga lunak biasanya digunakan pada mesin-mesin pendingin jenis domestik dan komersial. Pipa tembaga ini memiliki sifat kekerasan tertentu yang disebut “Annealed Copper Tubing”, yaitu, pipa dipanaskan kemudian dibiarkan mendingin sendiri. Pemanasan ini akan membuat pipa tembaga menjadi lunak dan mudah dibentuk.

Pipa tembaga lunak mempunyai sifat khusus. Jika pipa tembaga dibengkokan hingga berulang kali maka pipa tersebut akan menjadi keras dan kaku, sehingga mudah rusak, retak atau patah. Sifat ini dapat diperbaiki dengan cara memanaskan pipa tersebut sampai warnanya berubah menjadi merah atau ungu dan didinginkan secara perlahan-lahan di udara, selanjutnya pipa dapat dengan mudah dibentuk seperti semula. Pekerjaan ini dinamakan Proses “ANNEALING”.

Penyambungan pipa tembaga ini dapat dilakukan dengan dua cara , yaitu (1) pengelasan (brazing), (2) tanpa pengelasan, tetapi menggunakan flare fitting yang disebut sebagi flare nut, yaitu baut khusus untuk keperluan penyambungan secara cepat (flaring).

Jenis pipa tembaga ini biasanya diperjualbelikan dalam bentuk rol dengan panjang yang bervariasi mulai dari 25 feet, 50 feet dan 100 feet dengan diameter luar (OD) dalam satuan inci. Pipa tembaga lunak biasanya digunakan pada sistem dengan penyambungan menggunakan flare fitting.

Ukuran yang tersedia di pasaran adalah 3/16, ¼, 5/16, 3/8, 7/16, ½, 9/16, 5/8 dan ¾ inci. Ketebalan pipa tergantung pada diameter luar pipa. Misalnya, pipa ¼ memiliki ketebalan 0,03 inci. Pipa ¾ inci, 0,35 inci. Tabel 4.1.2 memperlihatkan data ketebalan pipa dari berbagai ukuran pipa.


Daftar ukuran Pipa Tembaga Lunak

Pipa Tembaga Keras

Jenis pipa tembaga ini biasanya digunakan pada mesin pendingin untuk keperluan komersial. Karena sifat pipa tembaga ini kaku dan keras, maka pada saat pemasangan pipa tersebut harus dipasang klem atau penyangga sebagai tumpuan dan pengikatnya, apalagi jika ukuran diameter pipa yang digunakan ukurannya besar.

Pipa tembaga keras tidak dapat dibengkokkan. Untuk kondisi itu, harus menggunakan elbow bila diperlukan bengkokan. Jika dilakukan penyambungan,  hanya dapat dilakukan dengan sistem pengelasan dengan las perak (silver brazing) atau menggunakan flare fitting. 


Penyolderan hanya dilakukan untuk saluran tekanan rendah. Pipa tembaga keras ini diperjualbelikan di pasaran dalam bentuk batangan, dimana setiap batangnya mempunyai panjang kurang lebih 7 meter (20 inci).

Ukuran Nominal Pipa Tembaga

Ukuran nominal pipa adalah tipe pipa yang digunakan pada pekerjaan saluran air hangat/dingin, drainase, dan aplikasi lainnya. Pipa ini tersedia dalam bentuk pipa tembaga lunak dan keras. Tabel berikut memperlihatkan ukuran rinci berbagai pipa tersebut. 

Ketebalan pipa tembaga ditunjukkan dengan kode huruf setelah ukuran nominal. Untuk keperluan aplikasi, pipa tembaga ini menggunakan ukuran nominal. 

Ukuran Pipa Tembaga

Demikianlah artikel dari www.dinginaja.com mengenai Pipa Tembaga pada sistem Refrijerasi.

0 Response to "Pipa Tembaga pada sistem Refrijerasi"

Post a Comment

Featured post

Menumbuhkan Gaya Berpikir Kreatif Siswa SMK featured

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel