-->
Indonesia Website Awards

Tips Bagi Guru Jika Meninggalkan Kelas

Guru yang Meninggalkan Kelasnya

Pembelajaran adalah suatu proses ‘membuat’ siswa tidak tahu menjadi tahu. Proses ini menuntut siswa mengalami perubahan yang lebih baik setelah melaksanakan proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran diperlukan seorang guru atau instruktur untuk mencapai tujuan tersebut. Guru atau instruktur berfungsi sebagai mediator atau pembimbing dalam mengarahkan kegiatan-kegiatan menuju tujuan yang ingin dicapai.

Dalam proses belajar mengajar sebenarnya ada suatu persetujuan atau kesepakatan baik tertulis maupun lisan untuk mengamankan kegiatan proses belajar mengajar tersebut agar mencapai tujuan yang diinginkan. Kita bisa menyebutnya dengan istilah kontrak belajar anatara siswa dengan guru. Kontrak belajar itu dapat berupa peraturan yang mengikat antara guru dan siswa. Misalnya masuk jam berapa, istirahat jam berapa, bagaimana jika telat, bagaimana jika tidak mengerjakan PR, dan masih banyak lagi contoh lain yang mencerminkan hal tersebut.

Contoh-contoh perjanjian kontrak belajar di atas hanya berkaitan dengan siswa. Lalu bagaimana dengan gurunya? Apakah ada peraturan yang harus dipatuhi oleh guru? Bagaimana jika ada guru melanggar peraturan itu? Itu sering ditanyakan siswa pada guru jika guru tersebut menjelaskan mengenai petraturan yang berlaku di sekolah . Mungkin mereka merasa kurang adil jika hanya siswa yang terikat oleh peraturan sepihak tersebut.

Siswa zaman sekarang lebih berani dan kritis mengemukakan pendapat. Mereka mulai berani menilai sosok guru yang mengajar mereka walaupun keberanian itu secara inplisit. Secara diam-diam membicarakannya pada teman akrabnya dikelas, teman kelompok belajar melalui media sosial tertutup, misalnya group WA atau yang lain. Dan bahkan pada guru lain yang lebih dekat dengan dia. Masalah yang biasa dibicarakan mereka biasanya cara mengajar atau kehadiran guru tersebut di kelas.

Baca Juga: Tantangan Pendidikan Saat ini

Mengenai kehadiran guru di kelas memang memegang peranan penting, tetapi guru juga manusia pasti memiliki kepentingan yang disengaja atau tidak disengaja. Ketidakhadiran guru di kelas ini akan menimbulkan masalah yang cukup rumit bagi siswa atau guru piket. Rumit bagi murid jika guru tersebut tidak memberikan tugas kepada siswa. Rumit bagi guru piket karena guru piket sendiri memiliki jam mengajar pada saat itu.

Berdasarkan uraian di atas dipikirkan bagaimana mengatasi siswa yang kelas gurunya berhalangan hadir. Hal ini harus dipikirkan oleh kepala sekolah dan perangkat sekolah. Jika perlu dirapatkan secara khusus untuk mencapai kesepakatan untuk mengatasi permasalahan terkait ketidakhadiran guru tersebut.

Jika tercapai kesepakatan dan membuahkan solusi mengatasinya, maka perlu disosialisasikan pada dewan guru. Kepala sekolah tetap menegaskan bahwa ini adalah kebijakan untuk mengatasi gurunya jika tidak masuk karena sesuatu yang penting dan mendesak. Dengan kata lain, kehadiran guru benar-benar ditunggu oleh anak.

Anak tidak dapat mengolah ilmu atau kompetensi dasar dengan sempurna tanpa didampingi guru yang berkompeten di bidangnya. Jika dibiarkan ini akan berdampak buruk bagi kelas yang ditinggalkan. Mengapa demikian? Untuk anak yang malas, maka ia akan merasa senang bahkan mencari kesempatan untuk melanggar peraturan selama kelas kosong. Selain itu, kelas yang bersebelahan dengan kelas kosong akan terganggu dengan ulah anak dari kelas yang kosong.


Tips Meninggalkan Kelas

Sebenarnya masalah ini bisa di atasi dengan beberapa tips,di ataranya:

1.       Memberikan Informasi kepada Atasan

Guru yang tidak hadir harus memberikan informasi perihal ketidakhadirannya pada atasan terkait semisal Waka Kurikulum atau langsung kepada kepala sekolah. Hal ini bukan dilakukan melaui telepon, SMS, bahkan WA. Hal ini penting agar kepala sekolah atau waka kurikulum dapat mengatasi kelas yang kosong pada jam pelajaran tersebut.

2.       Memberikan Tugas yang Jelas

Guru yang tidak hadir harus memberikan tugas yang rinci dan jelas. Misalnya, mencatat buku pelajaran halaman berapa? Mengerjakan soal latihan nomor berapa? Mengerjakan tugas di buku catatan atau di kertas lembar? Dan rincian tugas lainnya yang tidak membuat siswa bingung. Hal ini membuat siswa akan terkondisi sehingga mereka akan paham dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

3.       Tugas harus Membuat Siswa Kreatif atau Berpikir

Tugas yang diberikan guru sebaiknya membuat siswa kreatif atau berpikir. Siswa digiring untuk melakukan suatu pembelajaran yang berkesan dan bermanfaat. Karena tidak didampingi oleh guru, maka buatlah materi yang mengajak siswa berfikir kreatif. Tugas seperti kuiz online, soal puzzle dan lain-lain akan mengasah daya fikir siswa.

4.       Tugas harus Disesuaikan dengan Waktu

Tugas yang diberikan harus disesuaikan dengan waktu yang ditinggalkan. Jangan memberikan tugas yang dapat dengan cepat diselesaikan siswa. Jika terlalu singkat, maka waktu yang tersisa dapat digunakan siswa untuk bercanda atau membuat kegaduhan di dalam kelas. Waktu harus tepat dengan jumlah soal jika berupa soal, merangkum, atau hal lain.

Meninggalkan Kelas Kosong


5.       Dikumpul dan Diperiksa

Langkah terakhir yang guru lakukan adalah meminta guru piket mengumpulkan hasil belajar kemudian mengoreksi hasil pekerjaan siswa. Siswa akan melakukan pekerjaan yang diberikan guru jika hasil pekerjaan mereka dikoreksi dan dikembalikan pada mereka pada hari berikutnya.

Demikian tips yang bisa digunakan untuk mengatasi kelas yang ditinggalkan guru yang berhalangan hadir.

 

 


3 Responses to "Tips Bagi Guru Jika Meninggalkan Kelas"

  1. Inspiratif ini. Tapi kalau online bagaimana pak? Tips meninggalkan kelas saat daring apakah sama?

    BalasHapus
  2. Untuk pembelajaran daring saya rasa tidak jauh berbeda. Supaya anak rajin mengerjakan tugas, maka sebaiknya kita segera memeriksa tugas2 mereka. Agar mereka tau bahwa tugas mereka mendapat penilaian dr guru.
    Jangan sampai siswa tidak mengerjakan tugas hingga beberapa kali pertemuan daring. Trimakasih sudah berkunjung..

    BalasHapus

Berkomentar dengan sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel