Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Bisnis dalam Bidang Ketenagalistrikan

Proses Bisnis Bidang Ketenagalistrikan

Pada proses bisnis ketenagalistrikan terdapat suatu alur proses bisnis pekerjaan teknik ketenagalistrikan. Dalam proses bisnis itu terdapat pelaku bisnis dengan perannya masing-masing. Langsung saja kita bahas apa itu proses bisnis dalam bidang ketenagalistrikan.

Proses Bisnis dalam Bidang Ketenagalistrikan

1. Proses Bisnis

Pernahkah kalian melaksanakan perawatan kendaraan di bengkel motor? Apakah kalian memperhatikan bagaimana proses kendaraaan masuk ditangani, dicatat, diperbaiki, diganti suku cadang yang rusak, sampai proses perawatan kendaraan selesai? Bagaimana urutan langkah yang dilakukan dan adakah bagian-bagian khusus yang melayani langkah demi langkah sehingga kalian sebagai pelanggan mendapatkan pelayanan yang memuaskan?

Proses yang terjadi tersebut di atas merupakan suatu proses bisnis. Proses bisnis merupakan suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Proses bisnis juga dapat diartikan sebagai sekumpulan pekerjaan atau aktivitas yang saling berhubungan berupa pekerjaan tertentu untuk menghasilkan produk atau layanan kepada pelanggan.

Pada bidang ketenagalistrikan juga terdapat berbagai proses bisnis karena kelistrikan memiliki bisnis dalam berbagai bidang. Bentuk proses bisnisnya pun bermacam-macam. Sebagai contoh untuk PLN, maka akan ada berbagai proses mulai dari pembangkitan energi listrik, sistem transmisi, distribusi ke pelanggan dan pengelolaannya.

Proses-proses tersebut dibagi lagi menjadi proses-proses kecil yang akan membuat berbagai petugas yang bertanggung jawab terhadap proses tersebut. Contoh sub-proses tersebut yaitu pemasangan listrik pada pelanggan baru terdapat petugas untuk proses pemasangan. Proses pelayanan gangguan di jalur distribusi juga membutuhkan petugas untuk menanggulangi gangguan yang terjadi. 

Sebagai contoh lain pada proses bisnis bila berwirausaha mendirikan Biro Teknik Listrik (BTL) yang mendapatkan pekerjaan pemasangan instalasi listrik. Maka pada proses tersebut, petugas dari BTL akan melaksanakan beberapa langkah pekerjaan diantaranya yaitu perencanaan, pelaksanaan, sampai pengujian bahwa instalasi listrik yang dipasang sudah sesuai. Untuk itulah ikuti proses bisnis secara terperinci dibawah ini.

Baca Juga: Profesi Siswa SMK Bidang Ketenagalistrikan


2. Proses Bisnis Perencanaan Instalasi

Perlu kalian ketahui bahwa bangunan dari suatu gedung yang sudah dapat digunakan terdiri dari tiga buah komponen, yaitu bagian struktur, bagian arsitektur serta bagian ME (Mekanikal & Elektrikal). Ketiga bagian tersebut saling berhubungan.

proses bisnis perencanaan instalasi

Bagian struktur fokus kepada kekuatan bangunan, bagian arsitek berfokus kepada keindahan banggunan, sedangkan bagian ME (mekanikal dan Elektrikal) lebih mengedepankan pada fungsi. Sekuat dan seindah apapun gedung yang dibangun, namun jika tidak didukung sistem ME (mekanikal & elektrikal) maka bangunan tersebut belum bisa digunakan.

Sebagai gambaran, misalkan sebuah gedung yang akan dibangun, membutuhkan pekerjaan di bidang ME. Bagian ME yang dibutuhkan ditugaskan untuk memasang instalasi listrik untuk penerangan.

Adapun tahapan-tahapan yang sering dilakukan antara pemilik gedung dengan pihak ketiga diuraikan sebagai berikut:

a)  Penawaran pekerjaan

Jasa ME akan ditawarkan pekerjaan instalasi listrik dari pemilik gedung atau dari kontraktor utama dan penawaran sebagai sub kontrator pengerjaan ME.

b)  Survey dan Penjelasan Pekerjaan

Jasa ME kemudian menghubungi pemilik pekerjaan untuk mengadakan survey pekerjaan. Fungsi survey ini digunana untuk mendapatkan data terperinci mengenai instalasi yang akan dipasang dan bisa diprediksi kebutuhan-kebutuhan selama pekerjaan perencanaan.

Setelah melaksanakan survey, maka jasa ME melaksanakan perencanaan berupa rancangan gambar pemasangan pada gedung dan rencana anggaran biaya. Pada rancangan gambar terdapat peletakan peralatan listrik dan perlengkapannya, seperti lampu, stop kontak, genset, panel, dan lain sebagainya. Serta menghitung rencana anggaran biaya (RAB) dari segala proses pekerjaan seperti, nilai material bahan, jasa teknisi, sewa alat dan lain sebagainya.

c)  Perencanaan

kebutuhan bahan instalasi listrik

Setelah melaksanakan survey, maka jasa ME melaksanakan perencanaan berupa rancangan gambar pemasangan pada gedung dan rencana anggaran biaya. Pada rancangan gambar terdapat peletakan peralatan listrik dan perlengkapannya, seperti lampu, stop kontak, genset, panel, dan lain sebagainya. Serta menghitung rencana anggaran biaya (RAB) dari segala proses pekerjaan seperti, nilai material bahan, jasa teknisi, sewa alat dan lain sebagainya.

d)  Presentasi

Setelah melaksanakan survey, maka jasa ME melaksanakan presentasi di depan pemilik pekerjaan. Saat presentasi, jasa ME akan menjelaskan tentang pengerjaan ME dan dibahas yang kurang cocok dan penggantiannya sampai terjadi kesepakatan.

e)  Pelaksanaan pekerjaan ME

pekerjaan instalasi listrikpekerjaan instalasi listrik

Setelah terjadi kesepakan maka pekerjaan dapat dilaksanakan, dimana akan terbit surat perintah kerja (SPK). Pada saat pelaksanaan pekerjaan, pemilik akan membentuk tim Pengawas yang akan mengawasi jalannya pembangunan gedung atau instalasi listrik. Pengawas ini berasal dari pihak ketiga bertugas melaporkan pekerjaan yang dikerjakan oleh pelaksana pekerjaan/jasa ME. Pekerjaan dari jasa ME dilakukan tahap sebagai berikut:

1) Persiapan

Jasa ME petama-tama akan mengadakan alat dan bahan serta mengadakan tenaga yang akan mengerjakan pekerjaan.  

2) Pelaksanaan

Setelah bahan dan alat disiapkan maka tenaga akan mengerjakan pekerjaan sampai selesai

3) Tes

Setelah pekerjaan selesai, maka dilaksanakan tes parsial maupun holistik dari seluruh pekerjaan atau dilaksanakan commissioning.

f)   Serah terima hasil pekerjaan

Setelah pekerjaan dinyatakan selesai, dilaksanakan serah terima antara pemilik dan pelaksana pekerjaan.

 

Mengenai pembayaran, dilaksanakan pemilik ke tim pelaksana dengan kesepatakatan tertentu. Kesepatan tersebut mengatur pemberian dana dengan beberapa tahap. Sebagai contoh kecepakatan pembayaran yaitu kesepakatan pembayaran akan dilaksanakan dengan 4 tahap, yaitu tahap pembayaran uang muka (DP), tahap pembayaran jika sudah belanja material, tahap pembayaran saat penyelesaian pekerjaan 60%, dan tahapan pembayaran saat sudah selesai. Tahapan-tahapan tersebut dikonsultasikan dengan pengawas.

Pada masa akhir penyelesaian terkadang ada juga pemilik yang meminta penahanan pembayaran 5% atau biasa disebut sebagai retensi. Retensi adalah jumlah dana yang belum dibayarkan atau ditahan sampai pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak, dalam hal ini adalah pekerjaan instalasi listrik.

Pemilik sudah bisa menggunakan gedungnya dan mengujicobanya, misal disepakati masa perawatan 3 bulan, maka pada masa itu tim pelaksana pekerjaan akan menanggung kerusakan selama masa tersebut. Bila sudah sampai 3 bulan, maka dana yang ditahan akan diberikan. 

Langkah-langkah di atas fleksibel, tergantung dari kesepakatan antara pemilik pekerjaan dan tim pelaksana/jasa ME. Pada pekerjaan yang lebih besar dan gedung belum terbangun maka pihak ME, arsitek dan struktur akan bertemu langsung sebelum memulai pekerjaan untuk melaksanakan pekerjaan pekerjaan ME yang berhubungan dengan struktur dan arsitek, seperti penanaman pipa instalasi listrik, peletakan lampu-lampu hiasan, dan lain sebagainya.

 

3. Proses Bisnis Pembuatan Panel

Proses bisnis pembuatan panel dilakukan pada industri atau gedung yang membutuhkannnya. Sebagai contoh, misal suatu gedung yang akan memesan panel untuk megendalikan pensaklaran beban yang berganti sumber daya dari awalnya ke PLN lalu ke genset. Proses bisnis hampir sama dengan bidang instalasi listrik, namun yang dibedakan adalah survey fokus pada peralatan yang akan dikendalikan.

proses bisnis pembuatan panel

Peralatan tersebut jika berupa genset, maka untuk menyusun gambar rancangan dan rencana anggaran bahan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Ilmu ketenagalistrikan sangat dibutuhkan disini terutama perhitungan-perhitungan peralatan, kabel dan proteksi yang arus sesuai dengan batas ukurnya.

Pada survey pekerjaan pun, cara kerja panel kendali harus dikonsultasikan dengan pemilik pekerjaan. Sebagai contoh, pemilik menghendaki panel genset harus bisa mensuplay arus ke seluruh gedung setelah pemadaman secara otomatis.

 

4. Proses bisnis pemeliharaan, perawatan dan perbaikan

Pada bidang bisnis pemeliharaan dan perbaikan, maka sedikit berbeda alur kerjanya. Misalkan pemilik menghendaki jasa perawatan kelistrikan dari gedung, maka pada awal proses bisnis ini pemilik gedung telah memiliki desain dari gedung saat dibangun oleh jasa instalasi listrik dan jasa panel. Sehingga pihak pemelihara gedung akan membuat SOP sesuai peralatan yang digunakan. 

Misal jika di gedung terdapat AC, maka akan dilaksanakan perawatan AC 3 bulan sekali. Lalu pelaksana akan membuat jadwal pemeliharaan dari seluruh peralatan seperti lampu, lift, AC, pompa air, panel dan lain sebagainya.

Jadwal pengecekan akan juga dibuat untuk mengecek harian apakah ada kerusakan atau tidak. Tim pemelihara juga akan mendapatkan data kerusakan dari laporan pemilik sehingga harus siap sedia. Jika kerusakan dapat ditangani tim internal, maka akan dikerjakan secara internal. Jika kerusakan tidak daat ditangani secara internal, maka akan diorderkan ke pihak ketiga.


Posting Komentar untuk "Proses Bisnis dalam Bidang Ketenagalistrikan"