Fungsi Thermistor pada AC Split dan Cara Mengeceknya

Table of Contents

Fungsi Thermistor pada AC Split dan Cara Mengeceknya

AC split bisa saja mengalami masalah bukan karena refrigeran kurang atau kompresor rusak. Salah satu komponen kecil yang sering luput diperiksa adalah thermistor.

Komponen ini berfungsi sebagai sensor suhu yang membantu sistem kontrol AC mengetahui kondisi temperatur. Jika thermistor memberikan pembacaan yang tidak sesuai, sistem kontrol dapat mengambil keputusan yang salah. Lalu, apa sebenarnya fungsi thermistor pada AC split? Di mana letaknya? Bagaimana cara mengetahui thermistor rusak atau masih normal?

Artikel ini membahasnya dari dasar sampai langkah memeriksa thermistor menggunakan multimeter.

Apa Itu Thermistor?

Thermistor adalah komponen elektronik yang nilai resistansinya berubah mengikuti perubahan suhu. Karena karakteristik tersebut, thermistor dapat digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi temperatur.

Pada banyak aplikasi pengukuran suhu, termasuk sistem HVAC, digunakan NTC (Negative Temperature Coefficient). Pada NTC, resistansi cenderung menurun ketika temperatur naik dan meningkat ketika temperatur turun.

Sederhananya:

Suhu berubah → nilai resistansi thermistor berubah → PCB membaca perubahan tersebut sebagai informasi temperatur.

Karakteristik NTC tersebut merupakan prinsip dasar yang digunakan banyak sistem elektronik untuk melakukan pengukuran suhu.

Karena itu, istilah thermis atau termis yang sering digunakan teknisi di lapangan biasanya merujuk pada komponen sensor suhu seperti thermistor.

Fungsi Thermistor pada AC Split

Pada AC split, thermistor berfungsi memberikan informasi temperatur kepada sistem kontrol elektronik.

Informasi tersebut kemudian digunakan PCB (Printed Circuit Board) untuk menentukan tindakan yang diperlukan dalam pengoperasian AC.

Secara sederhana, fungsi thermistor antara lain: 
  • membaca temperatur udara atau bagian tertentu pada sistem;
  • memberikan informasi suhu kepada PCB;
  • membantu pengaturan kerja sistem pendinginan;
  • membantu pengendalian operasi kompresor dan komponen terkait, sesuai desain kontrol AC;
  • membantu sistem mendeteksi kondisi temperatur yang tidak normal.
Jadi, thermistor bukanlah komponen yang "membuat AC menjadi dingin". Thermistor bertugas memberikan informasi suhu agar sistem kontrol dapat bekerja berdasarkan kondisi temperatur yang terdeteksi.

Pada beberapa unit, sensor temperatur ruangan bahkan dapat ditempatkan pada indoor unit atau remote controller, tergantung desain sistem. Dokumentasi Panasonic, misalnya, menunjukkan bahwa sensor temperatur ruangan dapat berada pada indoor unit maupun remote controller pada model tertentu.

Bagaimana Cara Kerja Thermistor pada AC?

Cara kerjanya sebenarnya cukup sederhana. Misalnya thermistor yang digunakan adalah tipe NTC.

Ketika temperatur yang dideteksi meningkat, nilai resistansi thermistor akan turun. Sebaliknya, ketika temperatur turun, nilai resistansinya akan meningkat.

Perubahan resistansi tersebut dibaca oleh rangkaian elektronik pada PCB.

Alur sederhananya:

Perubahan suhu → perubahan resistansi thermistor → sinyal listrik berubah → PCB membaca suhu → sistem melakukan kontrol

Inilah alasan mengapa thermistor tidak dapat diperiksa hanya dengan melihat bentuk fisiknya. Komponen bisa terlihat baik-baik saja, tetapi nilai resistansinya sudah tidak sesuai karakteristik yang diperlukan.
 

Jenis Thermistor yang Bisa Ditemukan pada AC Split


Tidak semua AC menggunakan jumlah dan jenis sensor yang sama. Konfigurasi sangat bergantung pada merek, model, dan desain kontrol unit.

Beberapa sensor temperatur yang umum dijumpai antara lain:
Sensor Fungsi umum
Room/Intake Air Sensor Membaca temperatur udara yang masuk atau temperatur ruangan
Pipe/Coil Sensor Membaca temperatur pipa atau coil
Outdoor Temperature Sensor Membaca temperatur lingkungan outdoor pada model tertentu
Discharge/Temperature Sensor Memantau temperatur pada bagian tertentu sistem, jika digunakan oleh desain unit
Nama sensor dapat berbeda antar produsen. 

termis indoor AC

thermistor outdoor AC split


Sebagai contoh, manual servis Panasonic membedakan indoor intake air temperature sensor dan pipe temperature sensor serta menyediakan karakteristik sensor untuk proses diagnosis.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua thermistor AC mempunyai nilai resistansi yang sama. 

Letak Thermistor pada AC Split

Lokasi thermistor bergantung pada jenis sensor dan desain AC.

1. Thermistor suhu ruang

Sensor ini biasanya berada pada bagian indoor unit yang memungkinkan sensor membaca temperatur udara di dalam ruangan.

Tujuannya adalah mengetahui temperatur udara yang menjadi acuan sistem kontrol.

2. Thermistor suhu pipa atau coil

Sensor jenis ini ditempatkan pada bagian yang berhubungan dengan pipa atau coil evaporator.

Fungsinya adalah memantau temperatur bagian tersebut sehingga sistem kontrol dapat mengetahui kondisi temperatur evaporator atau pipa yang dipantau.
 
Letak termis indoor AC
Thermistor suhu ruang dan suhu pipa



3. Thermistor pada outdoor unit

Pada model tertentu, outdoor unit juga dapat mempunyai sensor temperatur.

Sensor ini dapat digunakan untuk memantau kondisi temperatur outdoor atau bagian tertentu dari sistem sesuai rancangan produsennya. 

Catatan: posisi sensor tidak boleh ditebak hanya berdasarkan bentuk AC. Untuk pemeriksaan teknis, gunakan wiring diagram dan service manual sesuai merek serta model AC. 

Apa Tanda Thermistor AC Bermasalah?

Kerusakan thermistor tidak selalu menghasilkan gejala yang sama. Gejalanya tergantung pada sensor mana yang bermasalah dan bagaimana sistem kontrol AC dirancang.

Beberapa kemungkinan gejala antara lain: 
  • AC menunjukkan kode error sensor;
  • AC tidak bekerja sebagaimana mestinya;
  • kompresor atau sistem pendinginan bekerja tidak sesuai kondisi temperatur;
  • pembacaan temperatur tidak masuk akal;
  • AC dapat berhenti bekerja setelah mendeteksi kondisi abnormal;
  • sistem bekerja tidak stabil.
Namun, gejala tersebut tidak otomatis berarti thermistornya rusak.

Masalah bisa juga berasal dari: 
  • konektor longgar;
  • kabel sensor putus;
  • kabel mengalami kerusakan;
  • konektor atau terminal mengalami masalah;
  • PCB mengalami gangguan;
  • sensor tidak terpasang pada posisi yang benar.

Manual servis Panasonic, misalnya, memasukkan koneksi konektor, sensor, dan PCB sebagai bagian dari proses diagnosis ketika terjadi abnormalitas sensor temperatur.

Manual servis produsen lain juga menunjukkan bahwa konektor yang longgar atau kabel NTC yang putus dapat menyebabkan indikasi kesalahan sensor. 

Cara Mengecek Thermistor AC dengan Multimeter


Pemeriksaan thermistor pada dasarnya dilakukan dengan mengukur resistansinya.

Tetapi ada satu hal penting: Nilai resistansi thermistor tidak boleh ditebak.

Nilainya bergantung pada karakteristik sensor yang digunakan. Bahkan thermistor dengan rating tertentu dapat memiliki karakteristik berbeda.

Persiapan

Siapkan:
  • multimeter;
  • service manual atau data karakteristik sensor sesuai model AC;
  • obeng/peralatan kerja yang sesuai;
  • alat pelindung diri yang diperlukan.


Langkah 1: Matikan sumber listrik

Sebelum membuka bagian indoor atau outdoor unit, matikan sumber listrik AC.

Pastikan unit benar-benar tidak bertegangan sebelum melepas konektor atau melakukan pemeriksaan kelistrikan.

Manual servis Panasonic juga menginstruksikan pemutusan daya sebelum melepas atau menghubungkan kembali komponen dalam proses pemeriksaan sensor.

Langkah 2: Temukan thermistor

Cari sensor berdasarkan wiring diagram atau service manual.

Jangan hanya mengandalkan perkiraan posisi.

Perhatikan kabel dan konektornya. 

Langkah 3: Periksa kondisi fisik

Periksa:
  • apakah konektor terpasang dengan baik;
  • apakah kabel putus;
  • apakah kabel terjepit;
  • apakah sensor terlepas dari posisinya;
  • apakah terdapat kerusakan fisik.

Jika ditemukan konektor longgar, jangan langsung mengganti thermistor. Perbaiki koneksinya terlebih dahulu lalu lakukan pemeriksaan ulang.

Langkah 4: Lepaskan konektor sensor sesuai prosedur

Untuk mengukur resistansi sensor secara lebih akurat, sensor biasanya perlu dipisahkan dari rangkaian sesuai prosedur service manual.

Tujuannya agar pengukuran tidak dipengaruhi oleh rangkaian elektronik lainnya.

Langkah 5: Atur multimeter ke mode resistance

Pilih mode Ω (ohm) pada multimeter.

Hubungkan probe multimeter ke terminal thermistor.

Catat hasil pengukuran.

Langkah 6: Bandingkan dengan karakteristik sensor

Ini adalah bagian yang paling penting.

Nilai resistansi harus dibandingkan dengan tabel atau kurva karakteristik thermistor untuk model AC tersebut.

Jangan menggunakan patokan seperti:

"Kalau thermistor AC normal pasti sekian kiloohm."

Patokan tersebut tidak aman digunakan untuk semua AC karena spesifikasi sensor berbeda-beda.

Produsen memang dapat menentukan karakteristik sensor berdasarkan nilai resistansi dan temperatur tertentu. Sebagai contoh umum di bidang sensor, NTC memiliki hubungan tertentu antara resistansi dan temperatur.
 

Bagaimana Mengetahui Thermistor Putus atau tidak?

Kita dapat melakukan pengecekan hermistor dengan menggunakan multimeter.

Secara umum:
Hasil pemeriksaan Kemungkinan
Tidak terbaca/OL Sensor atau jalur sensor mungkin terbuka/putus
Resistansi sangat rendah tidak sesuai karakteristik Kemungkinan short atau sensor bermasalah
Nilai masih berada pada karakteristik yang sesuai Sensor kemungkinan masih normal
Nilai tidak sesuai karakteristik pada temperatur tertentu Sensor mungkin mengalami penyimpangan
Nilai sensor normal tetapi error tetap muncul Periksa kabel, konektor, dan PCB
Tabel tersebut merupakan panduan diagnosis awal, bukan pengganti tabel resistansi resmi dari produsen. 

Untuk diagnosis yang akurat, selalu cocokkan hasil pengukuran dengan service manual AC yang sedang diperiksa.

Apakah Thermistor Rusak Bisa Menyebabkan AC Tidak Dingin?

Bisa, tetapi tidak selalu.

Thermistor memberikan informasi temperatur kepada sistem kontrol. Jika informasi yang diterima PCB salah, sistem kontrol juga dapat menjalankan logika operasi yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Namun, AC tidak dingin memiliki banyak kemungkinan penyebab lain, misalnya: 
  • filter udara kotor;
  • evaporator kotor;
  • kondensor kotor;
  • aliran udara terganggu;
  • kipas bermasalah;
  • refrigeran bermasalah;
  • kompresor bermasalah;
  • masalah kelistrikan;
  • sensor atau sistem kontrol bermasalah.

Karena itu, jangan langsung mengganti thermistor hanya karena AC kurang dingin.

Diagnosis harus dilakukan secara bertahap.
 

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengecek Thermistor


Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi ketika melakukan troubleshooting.

1. Menganggap semua thermistor mempunyai nilai yang sama

Ini salah.

Karakteristik sensor dapat berbeda menurut merek dan model.

2. Mengukur tanpa memutus rangkaian

Pengukuran yang tidak dilakukan sesuai prosedur dapat menghasilkan pembacaan yang menyesatkan.

3. Langsung mengganti sensor

Jika masalah sebenarnya berada pada konektor atau kabel, mengganti thermistor tidak menyelesaikan masalah.

4. Tidak memperhatikan temperatur saat pengukuran

Nilai resistansi thermistor berubah terhadap temperatur.

Karena itu, temperatur saat pengukuran harus diperhatikan dan dibandingkan dengan karakteristik sensor.

5. Tidak menggunakan service manual

Untuk teknisi pemula, service manual sangat membantu karena biasanya menyediakan:
  • wiring diagram;
  • posisi sensor;
  • kode error;
  • prosedur pemeriksaan;
  • karakteristik thermistor;
  • prosedur penggantian komponen.

Tips Troubleshooting Thermistor AC untuk Teknisi Pemula


Jika AC menunjukkan indikasi masalah sensor, gunakan urutan pemeriksaan sederhana berikut:

Kode error sensor?
↓
Periksa konektor
↓
Periksa kabel
↓
Periksa posisi sensor
↓
Ukur resistansi sensor
↓
Bandingkan dengan karakteristik resmi
↓
Jika sensor tidak sesuai → pertimbangkan penggantian
↓
Jika sensor sesuai → lanjutkan pemeriksaan kabel/rangkaian/PCB sesuai service manual
 

Urutan ini membantu menghindari kebiasaan "tebak komponen" dalam troubleshooting.

K3 Saat Memeriksa Thermistor AC


Walaupun thermistor sendiri merupakan komponen kecil, pemeriksaannya dilakukan pada peralatan yang terhubung dengan sistem listrik.

Perhatikan beberapa hal berikut: 
  1. Matikan sumber listrik sebelum membuka bagian unit.
  2. Pastikan tidak ada tegangan sebelum menyentuh terminal listrik.
  3. Gunakan alat ukur yang sesuai dan dalam kondisi baik.
  4. Jangan melakukan pengukuran resistansi pada rangkaian yang masih bertegangan.
  5. Ikuti prosedur keselamatan pada service manual.
  6. Jika belum memahami pekerjaan kelistrikan AC, lakukan pemeriksaan dengan pendampingan teknisi yang kompeten.
Keselamatan harus menjadi prioritas sebelum diagnosis komponen.
 

Perbedaan Thermistor, Thermis, dan Termis


Di internet maupun di lapangan, pembaca mungkin menemukan istilah thermistor, thermis, atau termis.

Dalam konteks perbaikan AC, istilah "thermis" atau "termis" sering digunakan secara informal untuk menyebut sensor temperatur.

Namun secara teknis, thermistor adalah istilah komponen yang lebih spesifik, yaitu resistor yang karakteristik resistansinya berubah terhadap temperatur.

Jadi, ketika mencari komponen atau membaca service manual, istilah seperti:
  • thermistor;
  • NTC;
  • room temperature sensor;
  • pipe temperature sensor;
  • intake air temperature sensor
biasanya lebih membantu daripada hanya menggunakan istilah "termis".

Kapan Thermistor Perlu Diganti?

Thermistor sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti jika hasil pemeriksaan menunjukkan karakteristiknya tidak sesuai dengan spesifikasi atau prosedur diagnosis produsen.
  • Sebelum mengganti, pastikan terlebih dahulu:
  • konektor sudah diperiksa;
  • kabel sudah diperiksa;
  • posisi sensor benar;
  • hasil pengukuran sudah dibandingkan dengan karakteristik yang tepat;
  • service manual sudah dijadikan acuan.
Jika semua pemeriksaan mengarah pada sensor, barulah penggantian thermistor menjadi langkah yang masuk akal.

Gunakan sensor pengganti yang sesuai dengan spesifikasi unit.

Posting Komentar